Rabu, 09 Februari 2011

Rumah Nyonya Bulan

Oleh: Intan Permata



Malam ini Nyonya Bulan bersinar terang.
    “Cantik sekali malam ini dirimu, Nyonya bulan,” puji Lobi lebah dari jendela kamar.
    Nyonya Bulan tersenyum.
    “Bolehkah aku main ke tempat mu?” tanya Lobi lebah. “Tapi bagaimana caranya?”
    Tiba-tiba, Brug!! Sebuah suara keras terdengar di luar.
    “Siapa di sana?” ujar Lobi ketakutan. Masalahnya ia sedang sendirian malam ini di rumah
    Bagamana jika suara itu adalah orang jahat yang ingin merampok? Hiii... Lobi memeluk bantal karena ketakutan.
    "Kau harus berani Lobi. Tak akan ada yang bisa melukaimu selama kau yakin Allah menjagamu.” Lobi teringat pesan mamah dan papah sebelum mereka berdua pergi.
    “Ya, aku harus berani!” ucap Lobi dalam hati. Ia mengambil senter kemudian menyorotkan senter ke luar.
    Srek, srek, semak dekat jendela Lobi bergoyang.
    Wuah!!! Sesosok makhluk bersinar keluar.


    “Perkenalkan. Namaku Bintang Jatuh. Aku diberitahu Nyonya Bulan bahwa kau ingin pergi bermain ke tempat Nyonya Bulan. Naiklah ke punggungku. Aku akan mengantarmu ke rumah Nyonya Bulan.”
    Olala... Betapa senangnya Lobi bisa bermain di Rumah Nyonya Bulan. Hup. Ia melompat ke atas punggung Bintang Jatuh. Tapi… hmm.. Sepertinya ia nyaris melupakan sesuatu.
    Lobi kembali turun dari punggung Bintang Jatuh. Ia mematikan lampu-lampu, mengunci semua pintu dan jendela. Kemudian membaca doa.
    Hup! Ia melompat ke atas punggung Bintang Jatuh lagi dan Wuuuzzzz.. Mereka sudah berada di atas langit!
    “Lihatlah! itu rumah Nyonya Bulan,” seru Bintang Jatuh.
    “Dimana?” tanya Lobi. Ia memang melihat Nyonya Bulan yang sedang tersenyum. Tapi, ia tidak melihaht sebuah rumah sama sekali?
    Bintang Jatuh mendarat di sebuah karpet kuning kecil.
    “Selamat datang di rumahku yang mungil, Lobi kecil,” sambut Nyonya Bulan, ramah.
    “Aku tidak melihat ada sebuah rumah?” tanya Lobi, heran.
    “Apa kau mengira rumahku istana yang megah dihiasi taman yang di tengahnya ada kolam renang?”
    “Oh, bagaimana anda bisa tahu?” tanya Lobi Lebah, heran.
    “Hohoho…” Nyonya Bulan tertawa. “Aku biasa mendengarnya saat kau menatapku dari jendela kamarmu.“
    Lobi Lebah tersipu malu.
    ”Rumah itu tak harus mewah dan besar, Lobi kecil. Rumah adalah tempat dimana kau bisa berteduh, beristirahat, bahagia, dan tentunya tempat dimana kau bisa menjalankan ibadah.”
    “Oh begitukah?” tanya Lobi. “Tapi apa Nyonya Bulan dapat beristirahat di atas karpet kuning yang kecil ini?
    “Biar aku beritahu Lobi kecilku sayang, sejak aku diciptakan, aku tidak pernah beristirahat. Saat siang datang. Aku pergi ke bumi bagian lain yang tidak terkena sinar Tuan Matahari. Di tempat itu, aku memantulkan cahaya Tuan Matahari agar para penghuni bumi dapat melihat di waktu malam. Jika kau dan keluargamu pada malam hari tidur untuk istirahat, justru saat itulah aku bekerja. Jadi, sepanjang waktu aku terus bekerja untuk memantulkan cahaya Tuan Matahari.”
    “Oh, begitu kah?” ujar Lobi. “Lalu.. apa Nyonya bulan tidak lelah dan tidak takut jatuh karena kecapaian?”
    “Tentu tidak Lobi sayang. Allah menciptakan aku agar kuat tidak tidur beribu-ribu tahun dan tidak jatuh saat bekerja. Beginilah caraku beribadah pada Allah, dengan duduk di atas karpet kuning ini dan mengelilingi bumi untuk memberi cahaya di malam hari.”
    “Oh begitukah?” tanya Lobi ingin tahu.
    Lalu, bagaimana jika hujan? Apa Nyonya Bulan punya payung? Atau bisa ke kamar mandi jika ingin buang air kecil? Dan Nyonya Bulan makan apa jika lapar?
    Uh,. Banyak sekali pertanyaan yang ingin ia tanyakan. Tapi,.. Mamah dan Papah sudah memanggil-manggil.
    “Lobi sayang… bangun. Sudah subuh. Mari kita sholat berjamaah.”
    Hoaaam. Lobi menggeliat. Ia menggosok mata.
    Loh ko? Kenapa ia bisa di atas kasur? Dimana Bintang Jatuh dan Nonya Bulan ya?
    “Sttt… “ ucap Nyonya Bulan pada Bintang Jatuh di atas langit. “Lobi kecil pasti lupa kalau ia ketiduran di atas karpet kuningku semalam,” bisiknya.

pershabatan

Orang-orang hari ini, dalam semua ini teknologi dunia baru dan berpikir, telah kehilangan penglihatan tentang apa yang persahabatan sejati. So, in sprit of my best friend Tellie, I thought I would help the world out a little and explain what real, true friends are. Jadi, dalam sprit dari sahabat baik ku Tellie, saya pikir saya akan membantu dunia keluar sedikit dan menjelaskan apa yang nyata, teman-teman benar adalah. 1. 1. Friends don't have to be exactly the same. Teman tidak harus persis sama. Friends have similarities but they also have their differences. Teman memiliki kesamaan tetapi mereka juga memiliki perbedaan mereka. They key to opening up the world of friendship is not only to expand on similarities but to accept each other's faults. Mereka kunci untuk membuka dunia persahabatan tidak hanya untuk memperluas pada kesamaan tetapi untuk menerima kesalahan masing-masing. Because you can't ever judge your friend. Karena Anda tidak pernah bisa menilai teman Anda.
2. 2. Friends have to argue! Teman harus berdebat! No one likes to but it is necessary to be healthy. Tidak ada suka namun perlu menjadi sehat. Cause if you agree on everything, either the government has expanded cloning subjects or someone isn't being true and is trying a little too hard. Sebab jika Anda setuju pada segala sesuatu, baik pemerintah telah memperluas kloning subjek atau seseorang tidak benar dan berusaha sedikit terlalu keras.
3. 3. You have to be comfortable together or else you just aren't going to click. Anda harus merasa nyaman bersama-sama atau lain Anda hanya tidak akan klik. If you feel edgy around the person then something isn't quite right. Jika Anda merasa gelisah di sekitar orang tersebut kemudian sesuatu kurang tepat.
4. 4. Friends love unconditionally. Teman cinta tanpa syarat. They have there little angry moments but what's done is done and all is forgive and forget. Mereka memiliki saat-saat marah ada sedikit tetapi apa yang dilakukan adalah dilakukan dan semua memaafkan dan melupakan. Why let something that happened in the past ruin what happiness you could have in the future? Mengapa membiarkan sesuatu yang terjadi di masa lalu merusak apa kebahagiaan yang Anda bisa di masa depan?
5. 5. Believe in love at first sight because there is the equivalent in friendship. Percaya pada cinta pada pandangan pertama karena ada setara dalam persahabatan. Some people think that you have to know someone really well to become good friends. Beberapa orang berpikir bahwa Anda harus tahu seseorang yang sangat baik untuk menjadi teman baik. Trust me, it's not true. Percayalah, itu tidak benar. If the first time you really spend time together you talk for 25 hours straight until 4:30 in the morning about some topic you thought no one else in the world understood, hun, that's real love at first sight. Jika pertama kali Anda benar-benar menghabiskan waktu bersama Anda berbicara selama 25 jam lurus sampai 4:30 pagi tentang beberapa topik yang Anda pikir ada orang lain di dunia dipahami, hun, itu cinta sejati pada pandangan pertama.
These are only a few of the basics. Ini hanya beberapa dari dasar. Just remember, friends are forever. Hanya ingat, teman selamanya. But only if you keep it that way. Tetapi hanya jika Anda tetap seperti itu. Don't diss your buds, love them instead. Jangan béda tunas Anda, mencintai mereka sebagai gantinya. And when they drive you nuts, love them that much more for being just a little bit different and maybe just a little bit quirky! Dan ketika mereka drive Anda gila, mencintai mereka yang jauh lebih banyak untuk menjadi sedikit berbeda dan mungkin hanya sedikit aneh!

Mutiara Persahabatan

Mutiara Persahabatan Sejati
Yang aku miliki hanyalah sekeping hati,
Ketika aku meniti hidup ini keseorangan,
Aku hanyut dipukul gelombang,
Tewas dalam perjuangan ...
Lalu ... kau hadir mengembalikan kekuatan.
Hembusan angin membisikkan kejujuranmu,
Deruan ombak merisikkan keikhlasanmu,
Hujan yang turun melagukan kebenaranmu,
Buih-buih yang keciciran di tepian pantai ... menyampaikan kesungguhanmu.
Aku sering menghayati setiap kata ...
Yang terukir di bibirmu,
Kau bertindak sebagai kaunselor,
Pandangan demi pandangan kau berikan,
Ternyata ... kau penggerak naluriku ...
Untuk mencapai kejayaan.
Biarpun ada yang cemburukan kejujuranmu padaku,
Namun kau tetap tabah,
Ternyata honar disekeliling kita,
Pun begitu ... tiada erti kesalan dalam kamus kehidupan ...
Bagi kita menempuh hidup ini ...
Di hati ini tersematnya mutiara sejati,
Tetapi sayang ... bukanlah untuk selamanya,
Kerana di sini bukan persinggahanmu ...
Kita mengorak langkah bersama ...
Bersama janji yang kita kotakan,
Walaupun hanya untuk sementara waktu.
Andai kau lihat pantai yang bersih dan damai,
Itulah diriku yang setia pada sebuah janji ...
Mutiara persahabatan sejati ...
Akan kekal abadi ...